Pages

my life, my mirror

Kehidupan tidak pernah berjalan dengan mulus. Semua orang mengetahui akan hal itu. Namun, hanya beberapa yang memahami ketidakmulusan kehidupan yang mereka ketahui. Kebanyakan dari kita memang mengetahui kesalahan, kecacatan, kegagalan, keterpurukan, kesedihan, bahkan kematian yang ada dan akan selalu siap mendatangi kita kapanpun, dimanapun.

Hanya segelintir hati yang dapat memahami serta menggunakan apa yang tersisa dalam hidupnya dengan sebaik mungkin. Mereka bersyukur, pantang menyerah, semangat, optimis, dan bangga dengan kekurangan-kekurangan yang telah ditakdirkan dalam hidup mereka. 
 “Mereka yakin segala sesuatu adalah baik.”
Orang-orang seperti yang telah kita tonton adalah orang-orang hebat. Orang yang menjalani hidup mereka dengan ketulusan. Mereka memang jauh dari kesempurnaan, seakan-akan hanya ketulusanlah yang mereka punya. Mereka hidup tanpa bagian tubuh penggerak, kekurangan panca indera, atau jauh dari kecukupan. Namun dengan apa yang mereka miliki, dengan keistimewaan serta keunikan yang mereka punya, mereka mampu menggetarkan hati kita, mereka mampu membantu untuk menggerakan jiwa kita dan mengkukuhkan kata “aku pasti bisa” dalam diri kita.

Kecacatan yang mereka alami tidak pernah membentengi diri mereka dari kata putus asa. Mereka sanggup berdiri tanpa kedua kaki mereka. Sanggup menulis tanpa kedua tangan mereka. Sanggup bernyanyi tanpa gengsi mereka. Sanggup berbicara dan mendengar tanpa suara.

“Mereka sanggup.”
Kita manusia diciptakan sangat sempurna oleh Sang Maha Pencipta. Kita diciptakan dengan mimpi, akal, hati nurani, empati, dan segala hal yang dapat mengangkat derajat kita di depan hadapan Tuhan. Tidak harus sempurna dalam menjadi manusia yang bermartabat. Tidak harus memiliki harta yang berlimpah. Mereka mengajarkan kita tentang bagaimana menghargai kehidupan.

Kisah mereka menjadikan cermin bagi kita tentang apa itu kehidupan. Cermin bagi hati kita. Ketangguhan mereka belum tentu kita miliki. Kita hanya manusia yang cepat mengeluh, tidak bersyukur dengan apa yang kita punya, banyak menuntut namun tidak ada yang kita berikan dalam kehidupan ini. Tapi mereka, dengan berbagai kekurangan yang mereka punya, mereka mampu membahagiakan orang lain.

“Dengan kekurangan mereka, mereka mampu menjadikan orang lain bermakna dalam kehidupan. “

Sama halnya seperti orang tua kita yang telah memperjuangkan hidupnya untuk menjadikan kita menjadi orang-orang yang berhasil. Orang tua dengan segenap kasih sayang dan cinta yang mereka berikan selalu ingin berada di samping kita, buah hatinya yang tercinta. Orang tua pasti merasa bersalah jika keinginan kita tak dapat terpenuhi olehnya. Pasti merasa berdosa jika kita jatuh. Merasa sedih saat kita sakit. Dan merasa kedinginan, sangat kedinginan saat kita marah dan diam seribu bahasa dalam menanggapi senyumnya.

Tiada doa yang putus dari hati ayah dan ibu kita. Tiada permohonan yang terhenti dari mereka. Satu-satunya yang mereka inginkan hanyalah kebahagiaan untuk kita. Tapi apakah telah pantas kita mendapatkan kebahagiaan di dunia ini?

Belum. Kita masih jauh dari kata pantas.

Kita marah saat merasa lapar dan ibu kita belum memiliki makanan. Kita marah saat mainan yang kita inginkan tidak dapat ayah belikan. Kita ketus saat ibu mengingatkan tentang kesopanan. Kita ketus saat ayah melarang untuk tidak keluar rumah pada malam hari.

Kita tidak pernah sadar. Bahwa ibu menahan rasa lapar hanya supaya kita bisa makan sampai kenyang. Ayah menyimpan tabungan untuk biaya sekolah kita agar kita menjadi orang yang sukses. Ibu selalu menginginkan kita menjadi pribadi yang baik agar tidak dipandang remah oleh orang lain. Dan ayah selalu memikirkan keselamatan buah hatinya. Semuanya untuk kita, buah hatinya. Tapi kita tidak pernah sadar dan terus menyakiti hati mereka yang mencintai kita.

Manfaat dari kegiatan menonton kisah-kisah nyata tersebut sangat terasa untuk memotivasi kita. Untuk menekankan kata “bisa” tiap kali kita menjalani hidup. Selain itu kita juga dapat bercermin dari kisah kehidupan mereka. Kesabaran mereka dalam melakukan hal-hal yang baik sangat patut untuk dicontoh. Mereka mengajarkan kita untuk menjauhi sifat rendah diri, menolong sesama, tidak sombong, dan masih banyak lagi

Saya pribadi berharap dengan adanya tayangan kisah-kisah nyata tersebut hati kita dapat tergerak. Tidak hanya air mata saja yang tersentuh, namun jiwa kita terpanggil untuk bisa melakukan hal seperti mereka. Atau bahkan lebih baik dari mereka. Saya juga berharap kita bisa memanfaatkan apa yang kita miliki dengan sebaik mungkin. Tidak menyia-nyaiakan apa yang orang tua telah berikan untuk kita. Setiap orang tua telah memberikan yang terbaik untuk anaknya.

every people knows they failure, but only a few who understand it, this is their..

0 komentar:

Posting Komentar