Pages

karakteristik orang Bali

Bali merupakan pulau wisata yang cukup terkenal di Indonesia bahkan di dunia. Bangsa Indonesia pasti merasa bangga memiliki Bali yang memperkenalkan budaya serta keindahan Indonesia  ke manca negara. Daya tarik Bali sangat besar sehingga tidak sedikit orang yang ingin merasakan desiran ombak dan hangatnya matahari yang dipancarkan di tengah-tengah alam nan indah di Pulau Dewata tersebut. Dengan pribadi yang ramah dan pesolek kebudayaan Bali, banyak orang asing yang tertarik untuk berlibur atau bahkan menanam sumber penghidupannya di pulau dewata tersebut. Tradisi Bali sudah menyebar luas di penjuru dunia, kita sebagai warga Indonesia patut merasa malu jika tidak mengenal budaya serta adat istiadat di Bali. Banyak warga negara asing yang mengikuti atau ikut mengadakan beberapa tradisi dan adat Bali. Mereka juga ikut mempercayai keyakinan yang diajarkan di kota indah tersebut.


Tidak heran pula jika anak-anak yang tumbuh dan berkembang di Bali terlihat lebih memiliki kepercayaan diri dan bermotivasi tinggi baik dalam memperoleh penghargaan ataupun kebebasan  berekspresi. Karena dari kecil mereka dididik untuk terbiasa tampil di depan umum, dan diasuh untuk memperkenalkan kekhasan budaya mereka.

Selain terdiri dari Pulau Bali, wilayah Provinsi Bali juga terdiri dari pulau-pulau yang lebih kecil di sekitarnya, yaitu Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Lembongan, Pulau Nusa Ceningan dan Pulau Serangan. Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Ibukota provinsinya ialah Denpasar yang terletak di bagian selatan pulau ini.

Penduduk Bali kira-kira sejumlah 4 juta jiwa, dengan mayoritas 92,3% menganut agama Hindu. Agama lainnya adalah Buddha, Islam, Protestan dan Katolik. Selain dari sektor pariwisata, penduduk Bali juga hidup dari pertanian dan perikanan mengingat pulau Bali merupakan pulau kecil yang dominan dikelilingi oleh air. Sebagian juga memilih menjadi seniman. Penduduk Bali juga terkenal dengan kreativitasnya yang tinggi, dan menjunjung nilai-nilai tradisional dalam masyarakat.

Bahasa Inggris adalah bahasa ketiga (setelah bahasa Indonesia dan bahasa daerah Bali serta bahasa asing utama) bagi banyak masyarakat Bali yang dipengaruhi oleh kebutuhan yang besar dari industri pariwisata. Para karyawan yang bekerja pada pusat-pusat informasi wisatawan di Bali, sering kali juga memahami beberapa bahasa asing dengan kompetensi yang cukup memadai. Dari hal ini kita bisa melihat pendidikan yang cukup terpenuhi bagi penduduk di Bali, hal ini sangat baik untuk generasi masa depan jika terus ditingkatkan sehingga dapat menguasai berbagai bahasa di dunia. Dan mempermudah mereka untuk berinterakasi secara global.

Rumah adat Bali sesuai dengan aturan Asta Kosala Kosali (bagian Weda yang mengatur tata letak ruangan dan bangunan, layaknya Feng Shui dalam Budaya China). Menurut filosofi masyarakat Bali, kedinamisan dalam hidup akan tercapai apabila terwujudnya hubungan yang harmonis antara aspek pawongan, palemahan dan parahyangan. Untuk itu pembangunan sebuah rumah harus meliputi aspek-aspek tersebut atau yang biasa disebut Tri Hita Karana. Pawongan merupakan para penghuni rumah. Palemahan berarti harus ada hubungan yang baik antara penghuni rumah dan lingkungannya. Keyakinan ini tidak jauh dari aspek interaksi sosial dalam masyarakat. 

Pada umumnya bangunan atau arsitektur tradisional daerah Bali selalu dipenuhi hiasan, berupa ukiran, peralatan serta pemberian warna. Ragam hias tersebut mengandung arti tertentu sebagai ungkapan keindahan simbol-simbol dan penyampaian komunikasi. Bentuk-bentuk ragam hias dari jenis fauna juga berfungsi sebagai simbol-simbol ritual yang ditampilkan dalam patung.

Masyarakat Bali kebanyakan masih mempercayai unsure-unsur mistis yang ada pada alam. Mereka yakin bahwa manusia tidak hanya berinteraksi dengan manusia atau makhluk hidup lainnya, namun benda mati dan alam sekitar mereka ikut mempengaruhi kelancaran dan kehidupan mereka sehari-hari. Makhluk halus atau roh pun sering berinteraksi dengan mereka, katanya. Berbagai ritual dan upacara adat mereka rayakan berharap roh yang telah mendahului mereka merestui kehidupan mereka di dunia dan mereka dapat hidup dengan damai dan selamat dari bahaya. Ragam Indonesia sangat tampak di Bali, maka dari itu tiap manusia patut untuk memiliki rasa hormat dan saling menghargai terhadap perbedaan yang ada di sekeliling kita.

Dewasa ini beredar issue mengenai karakteristik masyarakat Bali yang mulai berubah. Entah karena faktor internal atau eksternal. Bali dikenal dengan kota yang masyarakatnya suka berfoya-foya ala budaya barat dan suka main curang. Seperti yang dikatakan oleh guru besar Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar Prof. Dr. I Nengah Duija menilai, orang Bali dalam beberapa tahun terakhir mengalami perubahan karakter sebagai imbas dari modernisasi maupun globalisasi.

Perkembangan dunia pariwisata di Bali yang semakin pesat, turut mempengaruhi karakter asli orang Bali. Gemerincing dolar, gaya hidup ala barat, menjadi keseharian sebagian orang berduit yang tinggal di Bali. Kaum menengah pun tidak mau ketinggalan, dengan berbagai cara mereka berusaha mengikuti arus zaman serta perubahan yang ada pada lingkungan. Entah dengan cara kredit, menggadai, dsb. Orang-orang pada berlomba-lomba agar dapat memiliki motor atau mobil baru sehingga tidak mengherankan, macetnya jalanan di Bali, sedikit tidaknya dipengaruhi oleh hal ini. Persaingan hidup manusia Bali cenderung mengarah ke hal-hal yang tidak sehat.

Maraknya kasus bunuh diri, aborsi, penyimpangan seksual kerap kali terjadi di masyarakat Bali. Pertentangan dan kekerasan antar pemuda atau antar kelompok di Bali juga semakin banyak ditemui. Menipisnya kepedulian terhadap keyakinan dan ajaran agama membuat masyarakat Bali menjadi manusia yang merasa tidak butuh untuk memelihara manner dan tradisi kesopanan di Bali. Padahal Bali terkenal dengan masyarakat yang ramah tamah dan murah senyum.

Dilihat secara psikologis, masyarakat Bali yang sudah lebih banyak mengenal modernisasi kurang memahami tradisi yang ada dalam kebudayaan Bali. Kurangnya pemahaman mengenai  adat istiadat juga bisa menjadi salah satu faktor pendorong berubahnya karakteristik masyarakat Bali. Uang dan hujan harta membuat masyarakat Bali buta akan materi. Tujuan hidup mereka sekarang hanyalah bagaimana mencari uang, bukan bagaimana melestarikan keindahan dan tradisi yang ada di tanah Bali.

Apabila keadaan ini tidak segera ditangani akan berdampak buruk dengan perkembangan moralitas dan psikologis masyarakat di Bali. Menurunnya kepedulian terhadap tradisi Bali akan membuat diri masyaratkat Bali mudah untuk menerima pengaruh modernisasi yang tidak pantas dan tidak layak diberlakukan di Negara Indonesia. Anak-anak yang mendapat pengalaman yang sama juga akan mengalami progress yang lebih cepat dibandingkan dengan anak normal. Seharusnya globalisasi dapat diterima denga berlandaskan kebudayaan dan keyakinan Negara dan Tanah Air kita sendiri sehingga kita tidak kehilangan identitas bangsa dan tetap menjaga karakteristik orang Bali.


http://erabaru.net/nasional/49-bali/4513-orang-bali-mengalamai-perubahan-karakter
http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/02/manusia-bali-antara-harta-karakter-asli.html

surat cintaku yang pertama

cinta lahir dari doa
doa yang tulus meminta
hingga doa yang kuat
dan rela untuk ditinggalkan

kadang cinta harus menunggu
tanpa harus bicara
dan kadang pula cinta butuh waktu
untuk menyendiri
bahkan untuk menikmati sepi

namun melihatmu kini
adalah cinta dalam hidupku
saat aku merasa ada hati yang harus kujaga

satu hal yang cinta yakini
yaitu percaya , bahwa
cinta saling membutuhkan
dan takut untuk kehilangan ..


I create it for my beloved person
who teach me about love, life and tears
keep your affection for me 
you're my immortality feelings
i love you angga prasetiyo ..

matematika-himpunan dan psikologi

Ilmu-ilmu yang biasanya kita pelajari tanpa kita sadari ternyata saling berkaitan. Dari satu ilmu ke ilmu lainnya memiliki ikatan yang tak nampak namun nyata. Dan saling berhubungan pula dengan kehidupan kita sehari-hari.

Seperti ilmu matematika dan psikologi. Secara umum definisi matematika adalah ilmu yang berkaitan erat dengan penghitungan dan angka-angka numerik. Sedangkan, psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia, perilaku, serta perkembangannya. Selintas memang sulit untuk memahami bagaian mana yang terkait di antara kedua ilmu tersebut. Tapi disini kita akan memberikan satu contoh dimana ilmu matematika juga bisa kita aplikasikan ke dalam ilmu psikologi.

Saya mengambil contoh mengenai Himpunan dalam ilmu matematika. Himpunan adalah suatu kumpulan/koleksi dari obyek-obyek yang dianggap sebagai satu kesatuan. Cara pengumpulan obyek-obyek itu biasanya berdasarkan sifat atau keadaan yang sama, ataupun berdasarkan suatu aturan tertentu atau yang ditentukan. Seperti contoh di bawah ini :

A = {Jakarta, Medan, Surabaya}
B = {8, 9, 10, 11}
C = {sensorik-motor, pra-operasional, operasional konkrit, operasional formal}

Dalam materi himpunan ini kita mengenal Diagram Venn. Diagram yang digunakan untuk menggambarkan hubungan antara himpunan-himpunan. Sebagai bagian ilmu matematika, diagram Venn ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1880 oleh John Venn untuk menunjukkan hubungan sederhana dalam topik-topik di bidang logika, probabilitas, statistik, linguistik dan ilmu komputer.

Ilmu psikologi mempelajari perilaku serta perkembangan individu ataupun kelompok. Banyak unsur yang mempengaruhi hal tersebut, baik internal maupun eksternal. Beberapa contoh fakkor internal adalah keluarga, sedangkan faktor eksternal yaitu lingkungan, teman bermain, kerabat kerja, dan sebagainya.

Diagram Venn membantu penggambaran psikologis suatu himpunan/kelompok. Simak salah satu contoh hubungan matematika dan psikologi berikut, dalam kasus perkembangan anak. Dalam suatu keluarga pasti terjadi penggabungan kepribadian, mulai dari kepribadian yang berbeda antara ayah dan ibu, ayah dan anak, ibu dan anak, serta orang-orang disekeliling mereka.

Sepasang suami istri yang berasal dari Jawa Timur dan Jawa Tengah kini berdomisili di ibu kota Jakarta. Mereka berperawakan halus dan sangat ramah pada semua orang. Mereka memiliki hobi yang berbeda. Si ayah sangat senang bermain musik namun tidak pandai menyanyi, sedangkan si ibu memiliki keahlian dalam bernyanyi tapi tidak bisa memainkan alat musik. Akhirnya mereka dikaruniai seorang anak. Anak tersebut tumbuh menjadi seorang remaja. Anak itu juga pandai memainkan musik dan memiliki suara yang merdu. Namun sifat sopan santun dan ramah ternyata tidak turun ke anaknya, Karena pergaulan ia jadi suka berkata kasar dan tidak ramah pada orang-orang di sekelilingnya.

Dilihat dari segi psikologis keahliannya bermain musik dan suara yang merdu itu berasal dari sifat genetik ayah dan ibunya. Keahlian dan hobi mereka ternyata menurun ke anaknya, atau disebut perkembangan secara nativistik. Sifat kedua orang tuanya juga sedikit banyak merasuk ke dalam pribadi sang anak. Jarang sekali ditemukan ada anak yang benar-benar mirip hanya dengan si ibu ataupun hanya mirip si ayah.

Karena pengaruh lingkungan Jakarta yang keras, anaknya jadi berperilaku tidak sopan dan tidak ramah pada orang-orang di sekelilingnya. Ini juga bsa disebabkan oleh faktor kurangnya perhatian dari keluarga. Hubungan kelurga yang baik sangat dibutuhkan untuk menjaga kepribadian anak, apa lagi dalam masa pubertas dan remajanya.

Dari cerita di atas kita dapat membuat Diagram Venn seperti dibawah ini :





http://id.wikipedia.org/wiki/Diagram_Venn
http://id.wikipedia.org/wiki/Himpunan_%28matematika%29
Yahya, Yusuf. 2001. Matematika Dasar Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Penerbit Ghalia Indonesia

say love to your mom

Aku lahir dari perut ibu..

(bukan kata org...memang betul KAN......)

Bila dahaga, yang susukan aku....ibu
Bila lapar, yang menyuapi aku....ibu
Bila sendirian, yang selalu di sampingku.. ..ibu
Kata ibu, perkataan pertama yang aku sebut....Ibu
Bila bangun tidur, aku cari.....ibu
Bila nangis, orang pertama yang datang ....ibu
Bila ingin bermanja, aku dekati....ibu
Bila ingin bersandar, aku duduk sebelah.....ibu
Bila sedih, yang dapat menghiburku hanya....ibu
Bila nakal, yang memarahi aku....ibu
Bila merajuk, yang membujukku cuma....ibu
Bila melakukan kesalahan, yang paling cepat marah....ibu
Bila takut, yang menenangkan aku....ibu
Bila ingin peluk, yang aku suka peluk.....ibu
Aku selalu teringatkan ....ibu
Bila sedih, aku mesti telepon....ibu
Bila senang, orang pertama aku ingin beritahu.... .ibu
Bila marah.. aku suka meluahkannya pada..ibu
Bila takut, aku selalu panggil... "ibuuuuu! "
Bila sakit, orang paling risau adalah.....ibu
Bila aku ingin bepergian, orang paling sibuk juga....ibu
Bila buat masalah, yang lebih dulu memarahi aku....ibu
Bila aku ada masalah, yang paling risau.... ibu
Yang masih peluk dan cium aku sampai hari ni.. ibu
Yang selalu masak makanan kegemaranku. ...ibu
Kalau pulang ke kampung, yang selalu member bekal.....ibu
Yang selalu menyimpan dan merapihkan barang-barang aku....ibu
Yang selalu berkirim surat dengan aku...ibu
Yang selalu memuji aku....ibu
Yang selalu menasihati aku....ibu
Bila ingin menikah..Orang pertama aku datangi dan minta
persetujuan. ....ibu

Aku ada pasangan hidup sendiri....


Bila senang, aku cari....pasanganku
Bila sedih, aku cari....ibu

Bila mendapat keberhasilan, aku ceritakan pada....pasanganku
Bila gagal, aku ceritakan pada....ibu

Bila bahagia, aku peluk erat....pasanganku
Bila berduka, aku peluk erat....ibuku

Bila ingin berlibur, aku bawa....pasanganku
Bila sibuk, aku antar anak ke rumah....ibu

Bila sambut valentine.. Aku beri hadiah pada pasanganku
Bila sambut hari ibu...aku cuma dapat ucapkan "Selamat Hari Ibu"

Selalu.. aku ingat pasanganku
Selalu.. ibu ingat aku

Setiap saat... aku akan telepon pasanganku
Entah kapan... aku ingin telepon ibu

Selalu...aku belikan hadiah untuk pasanganku
Entah kapan... aku ingin belikan hadiah untuk ibu


Renungkan:
"Kalau kau sudah selesai belajar dan berkerja... masih ingatkah kau pada
ibu?

Tidak banyak yang ibu inginkan... hanya dengan menyapa ibupun cukuplah".

Berderai air mata jika kita mendengarnya. ........

Tapi kalau ibu sudah tiada....... ...

IBUUUU....RINDU IBU.... RINDU SEKALI....

Berapa banyak yang sanggup menyuapi ibunya....
Berapa banyak yang sanggup mencuci muntah ibunya......
Berapa banyak yang sanggup menggantikan alas tidur ibunya.....
Berapa banyak yang sanggup membersihkan najis ibunya...... .
Berapa banyak yang sanggup membuang belatung dan membersihkan luka kudis ibunya....
Berapa banyak yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya......
dan akhir sekali berapa banyak yang men-DOA-kan JENAZAH ibunya.......
Seorang anak menemui ibunya yang sedang sibuk menyediakan makan malam didapur lalu menghulurkan selembar kertas yang bertuliskan sesuatu. Si ibu segera melap tangannya dan menyambut kertas yang dihulurkan oleh si anak lalu membacanya.
Upah membantu ibu:
1) Membantu pergi belanja : Rp 4.000,-
2) Membantu jaga adik : Rp 4.000,-
3) Membantu buang sampah : Rp 1.000,-
4) Membantu membereskan tempat tidur : Rp 2.000,-
5) Membantu siram bunga : Rp 3.000,-
6) Membantu sapu sampah : Rp 3.000,-
Jumlah : Rp 17.000,-

Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak , kemudian si ibu mengambil pensil dan menulis sesuatu di belakang kertas yang sama.
1) Biaya mengandung selama 9 bulan - GRATIS
2) Biaya tidak tidur karena menjagamu - GRATIS
3) Biaya air mata yang menitik karenamu - GRATIS
4) Biaya gelisah karena mengkhawatirkanmu - GRATIS
5) Biaya menyediakan makan, minum, pakaian, dan keperluanmu - GRATIS
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - GRATIS


Air mata si anak berlinang setelah membaca apa yang dituliskan oleh si ibu. Si anak menatap wajah ibu,memeluknya dan berkata,"Saya Sayang Ibu". Kemudian si anak mengambil pensil dan menulis "Telah Dibayar Lunas" ditulisnya pada muka surat yang sama.

manusia dan tanggung jawab

Tanggung jawab adalah salah satu hal penting dalam kepribadian seorang manusia. Tanggung jawab dalam kehidupan sangat diperlukan untuk membentuk kehidupan yang teratur, serta pribadi yang dapat dipercayai oleh orang lain. Tanggung jawab adalah sesuatu yang harus kita lakukan agar kita menerima sesuatu yang di namakan hak. Tanggung jawab juga merupakan sikap berani mengambil konsekuensi dari keputusan yang telah kita tentukan.

Tanggung jawab itu bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab sejak ia lahir hingga ia meninggalkan jasadnya. Bahkan di alam setelah kita meninggal dunia pun kita memiliki kewajiban yang harus kita pertanggung jawabkan di hadapan Tuhan. Apa yang kita lakukan harus berdasarkan pemikiran kita. Janganlah bertindak atau berkata yang asal-asalan. Karena itu mencerminkan diri kita yang tidak memiliki sifat tangung jawab.

Dengan memiliki sifat bertanggung jawab, seorang manusia akan mudah dalam menjalani kehidupannya. Ia akan dapat menyelesaikan setiap masalah yang ada dengan tepat dan tidak merugikan banyak orang. Ia juga akan disegani oleh orang-orang di sekitarnya. Memang kadang bertanggung jawab atas suatu perlakuan yang telah kita perbuat itu sangat lah sulit, tidak banyak orang yang mampu menerima tanggung jawab, dibandingkan orang yang menghindari tanggung jawab.

Dewasa ini, banyak sekali manusia yang “lari” dari tanggung jawabnya. Seperti seorang ibu yang membuang atau menjual anaknya kepada orang lain. Ia tidak bertanggung jawab terhadap anaknya. Padahal seorang anak yang telah dilahirkan adalah tanggung jawab kedua orang tua. Atau kasus seorang ayah yang meninggalkan keluarganya, tidak memberi nafkah, serta menyiksa dan menzalimi keluarganya. Sikap tersebut sangat bertentangan dengan prinsip tanggung jawab yang ada.

Tanggung jawab harus didasari dengan keikhlasan. Ikhlas dalam menjalani tanggung jawabnya. Banyak orang yang mengeluh saat menjalani tanggung jawab yang ia jalani. Sikap mengeluh tersebut sangat manusiawi. Namun tidak sedikit pula orang yang pergi meninggalkan tugas nya setelah mengetahui bahwa betapa beratnya untuk menerima tanggung jawab tersebut.

Setiap keputusan mengandung tanggung jawab. Bahkan keputusan seorang professor pun memiliki tanggung jawab yang tidak mudah. Tidak ada manusia yang tidak menerima tanggung jawab dalam hidupnya. Semua orang bahkan seorang anak balita pun pasti menerima tanggung jawab. Tanggung jawab sebagai seorang anak, tanggung jawab sebagai seorang yang berada dalam lingkungan masyarakat, tanggung jawab sebagai seorang pelajar, dan lainnya.

Tangung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya. Kita sebagai mahasiswa bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas-tugas dan urusan perkuliahan. Juga bertanggung jawab untuk membahagiakan keluarga dan orang tua. Kewajiban kita sebagai mahasiswa adalah belajar dan mengembangkan kemampuan yang kita tekuni. Agar apa yang telah kita pelajari dapat berguna dan menambah ilmu pengetahuan untuk masa yang akan datang.

Seseorang mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atau keinsyafan atas segala perbuatan dan akibatnya atau juga atas kepentingan pihak lain. Timbulnya tanggung jawab itu karena manusia itu hidup bermasyarakat atau dengan kata lain disebut makhluk sosial. Dan hidup dalam lingkungan alam yang menjadi sumber kehidupannya. Manusia tidak boleh berbuat semaunya terhadap manusia lain dan terhadap alam lingkungannya. Karena manusia dan alam saling membutuhkan satu sama lain. Jika manusia tidak bertanggung jawab terhadap lingkungannya, siapa lagi yang akan melakukannya? Manusia menciptakan keseimbangan, keserasian, keselarasan antara sesama manusia dan antara manusia dan lingkungan.

Tanggung jawab bisa dikelompokkan dalam dua hal. Pertama, tanggung jawab individu terhadap dirinya pribadi. Dia harus bertanggung jawab terhadap akal (pikiran) nya, ilmu, raga, harta, waktu, dan kehidupannya secara umum. Rasulullah bersabda: "Bani Adam tidak akan lepas dari empat pertanyaan (pada hari kiamat nanti); Tentang umur, untuk apa ia habiskan; Tentang masa muda, bagaimana ia pergunakan; Tentang harta, dari mana ia peroleh dan untuk apa ia gunakan; Tentang ilmu, untuk apa ia amalkan."

Kedua, tanggung jawab manusia kepada orang lain dan lingkungan (sosial) di mana ia hidup. Kita ketahui bersama bahwa manusia adalah makhluq yang membutuhkan orang lain dalam hidupnya untuk pengembangan dirinya. Dengan kata lain, ia mempunyai kewajiban-kewajiban moral terhadap lingkungan sosialnya. Kewajiban sangat erat kaitannya dengan eksistensi seseorang sebagai bagian dari masyarakat. Kita sadar bahwa kalau kita tidak melaksanakan tanggung jawab terhadap orang lain, tidak pantas bagi kita menuntut orang lain untuk bertanggung jawab pada kita. Kalau kita tidak berlaku adil pada orang lain, jangan harap orang lain akan berbuat adil pada kita 

manusia dan pandangan hidup

Pandangan hidup adalah kemampuan setiap manusia untuk memiliki prinsip dan cita-cita ke masa yang akan datang. Kita akan menganut prinsip hidup yang bersesuaian dengannya, dan kita pun akan menganut pola-pikir yang bersesuaian dengan prinsip hidup kita itu. Kebanyakan manusia memiliki pandangan hidup untuk dirinya sendiri dan keluarganya kelak.

Pandangan Hidup umat manusia sepanjang sejarahnya mencatat banyak ragam pandangan hidup, baik yang dikenal sebagai filsafat maupun yang dikenal sebagai ajaran leluhur, atau yang dikenal sebagai agama/ajaran Tuhan. Dalam Islam, pandangan hidup itu disebut aqidah (suatu keyakinan yang mengikat batin manusia). Karena mengikat batin maka aqidah menjadi pegangan hidup. Aqidah Islam memperkenalkan kepada manusia tentang Tuhan, tentang alam raya dan tentang makhluk manusia, di mana setiap individu termasuk di dalamnya.

Pandangan hidup berisikan tentang kehidupan. Dalam kehidupan itu sendiri kita sebagai manusia mengenal adanya peringatan ataupun larangan. Serta aturan-aturan kehidupan yang berasal dari Tuhan kita ataupun dari leluhur-leluhur kita. Pandangan hidup sangat berkaitan erat dengan keyakinan yang kita peluk. Dengan adanya keyakinan, seorang manusia memiliki pedoman yang mengatur hidupnya agar mempunyai tujuan hidupnya masing-masing.

Manusia yang menganut pandangan hidup tertentu, akan menganut prinsip-hidup tertentu. Prinsip hidup inilah yang selalu akan menjadi orientasi utama seseorang di dalam menjalani hidupnya. Pembelajaran dan pengenalan mengenai pengetahuan tentang kehidupan pada usia dini sangat diperlukan untuk membentuk pribadi yang memiliki pandangan hidup serta prinsip yang baik. Seorang anak yang mendapat didikan yang baik akan membentuk pandangan hidup yang baik pula dan dapat menyelesaikan segala permasalahan hidupnya dengan cara yang tepat. Kelakuan atau pikirannya pun tidak berlawanan dengan aturan yang ada.

Maka dari itu seorang manusia perlu mengetahui mana yang baik dan buruk, benar dan salah, gelap dan terang serta hitam putihnya dunia. Manusia perlu mengetahui hal tersebuat agar tidak menjadi manusia yang salah dalam mengambil jalan hidup. Apa lagi tanpa mereka sadari mereka telah terjerumus dan tersesat dalam menentukan tujuan hidupnya. Manusia yang seperti ini biasanya akan terkucilkan dan memiliki emosi yang sangat labil. Serta selalu menyesal dengan segala keadaan yang ia dapati saat itu.

Pandangan hidup berkaitan erat dengan prinsip hidup, jalan hidup serta tujuan hidup. Manusia yang memiliki pandangan hidup akan menciptakan prinsip hidup yang akan menyertai jalan hidup yang ia pilih dalam kehidupannya. Setelah ia menjalankan hidup nya dengan berpedoman pada prinsip dan pandangan hidupnya, ia akan menentukan tujuan hidup. Kepada siapa ia hidup, kemana arah hidupnya, dan kapan ia akan menyudahi jalan hidupnya.

Saat ini banyak sekali kita temukan orang-orang yang memiliki pandangan hidup yang menyimpang. Memang, setiap manusia bebas dalam memilih pandangan hidup serta jalan hidupnya masing-masing. Namun pandangan hidup disini adalah pandangan hidup yang tidak merugikan dirinya sendri ataupun orang lain. Seperti contohnya keributan yang sering terjadi dengan alasan agama. Sebagian orang berpikir bahwa agamanya lah yang paling utama dan yang paling benar. Dan sebagian lagi merasa agama nya telah diganggu dan diusik ketentramannya. Perbedaan pandangan hidup seperti ini sering sekali terjadi dalam kehidupan. Tidak hanya masalah agama, masalah lain pun sering kali muncul yang berkaitan dengan perbedaan pandangan.

Menurut asalnya pandangan hidup dibagi menjadi 3 yaitu :
a) Pandangan hidup yang berasal dari agama,
b) Pandangan hidup yang berupa ideologi, dan
c) Pandangan hidup hasil renungan.

Pandangan hidup juga didasari oleh cita-cita. Cita-cita akan mendorong seseorang untuk berusaha bagaimana caranya untuk meraih cita-cita tersebut. Kita sering mendengar pepatah yang mengatakan “gantungkanlah cita-cita mu setinggi langit”. Itu bertujuan agar manusia yang hidup di dunia agar selalu berusaha dalam hidupnya dalam keadan apapun. Karena hidup serta pandangan hidup seorang manusia dibentuk oleh dirinya sendiri. Bukan orang lain.

Bilangan Biner

Bilangan Biner
1.Carilah bilangan hexadesimal dari (8754)10

Cara 1 : di ubah menjadi bilangan biner.
8754 : 2 = sisa 0
4377 : 2 = sisa 1
2188 : 2 = sisa 0
1094 : 2 = sisa 0
547 : 2 = sisa 1
273 : 2 = sisa 1
136 : 2 = sisa 0
68 : 2 = sisa 0
34 : 2 = sisa 0
17 : 2 = sisa 1
8 : 2 = sisa 0
4 : 2 = sisa 0
2 : 2 = sisa 0
hasil 1

(8754)10 = (10001000110010) 2
0010 – 0010 – 0011 – 0010
2 2 3 2
= (2232)16



2.Carilah Bilangan Oktal dari (872)10

Cara 2 : dibagi dengan bilangan octal (8)

872 : 8 = 0
109 : 8 = 5
13 : 8 = 5
Hasil 1

(872)10 = (1550)8

3.Hitunglah nilai oktal dari (101110111)2
(101110111)2 di kelompokan menjadi 101 110 111
101 punya bilangan 5 oktal
110 puny bilangan 6 oktal
111 punya bilangan 7 oktal

jadi hasilnya 101110111 punya bilangan 567 oktal

4. Ubahlah (251)8 menjadi bilangan biner.
2 5 1
binernya 010 101 001
jadi hasilnya 010101001

5.( 110101101011)2 menjadi bilangan hexadesimal
( 110101101011)2 di kelompokan menjadi 1101 0110 1011
1101 punya bilngan D hexadesimsal
0110 punya bilangan G hexadesimal
10111 punya bilangan B hexadesimal
jadi hasilnya 110101101011 punya bilangan DGB hexadesimal